Berkah WFH, Penuh Nilai Kebersamaan di Tengah Pandemi Corona
- langgengmedia20
- Apr 9, 2020
- 2 min read

Sidoarjo - Pandemi Corona yang mengharuskan karyawan mengikuti kebijakan WFH justru menjadi moment penuh kebersamaan bagi Dian Rahmawati dengan buah hatinya.
Gelak tawa nyaring nan jenaka terdengar di penjuru ruangan persegi berukuran tiga kali empat itu. Dua bocah balita tengah asik berkutat dengan crayon dan buku gambar masing-masing. Di dampingi dengan sang ibunda yang sesekali merespon candaan dari kedua bocah tersebut. Sebuah pemandangan kebersamaan yang biasa, tetapi adalah hal yang di idamkan setiap ibunda.
Termasuk Dian Rahmawati, wanita berusia 29 tahun yang menjadi ibu dari kedua anak perempuan dan laki-laki tersebut. Yang kesehariannya bekerja di PT Incomindo Murni Jaya sebagai sales counter.
Ditemui di kediamannya yang terletak di desa Tebel, Gedangan Sidoarjo. Dian mengaku bahwa kebersamaan dengan kedua buah hatinya amat singkat setiap harinya. Dian hanya bisa meluangkan waktu bersama buah hatinya setelah jam kerja selesai yaitu sekitar jam tujuh ke atas, meski lelah namun bukanlah sebuah halangan baginya.
“Sekitar jam tujuh biasanya baru sampai rumah, bersih-bersih dulu terus main sama anak-anak. Ya biasa, nonton film kadang ya bercanda-bercanda sama mereka meskipun capek ya tapi seneng gitu” kata Dian, ditemui pada minggu lalu (04/04/2020)
Namun dengan kondisi saat ini, di tengah pandemi virus Corona yang melanda di seluruh penjuru dunia. Kebijakan WFH (Work From Home) yang di keluarkan oleh pemerintah menjadi sebuah keberkahan sendiri bagi ibu dari dua anak ini. Meski perusahaan di tempat Dian bekerja memberlakukan WFH tidak penuh. Dan hanya di berlakukan system piket bagi setiap karyawannya dalam beberapa hari, tetapi Dian memiliki lebih banyak waktu luang bersama keluarganya.
“Liburnya gantian, jam kerja juga di perpendek terus yang dulu sabtu masuk kerja sekarang di liburkan. Jadi ya senang sih kerja di rumah jadi punya banyak waktu main sama anak-anak, tapi sebenarnya ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal karena beberapa data yang hanya ada di sistem komputer kantor” jelasnya.
Bekerja di rumah membuat Dian lebih memilih untuk meningkatkan kreativitas kedua anaknya. Kegiatan yang bisa di lakukan saat mengisi waktu luang di saat WFH sangat beraneka ragam. Selain bermain, Dian juga mengajak - Shafura dan Satria - kedua anaknya membuat origami, mewarnai, membantu mengerjakan tugas rumah anak, belajar memasak, berenang di kolam renang kecil, dan berdandan menggunakan make up yang di buat sendiri dengan bahan-bahan alami dan aman.
Dian menggunakan setiap kesempatannya untuk memberi edukasi dan mengajarkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas kedua anaknya. Tidak lupa juga edukasi tentang menjaga kebersihan dan atisipasi untuk pencegahan virus Corona pada keluarganya
“Selalu kasih tau mereka buat sering-sering cuci tangan sebelum makan, sesudah makan, mau tidur atau pas habis dari luar. Jaga pola makan mereka, kasih makan-makanan sehat. Mereka juga nggak aku bolehin main keluar rumah, jadi sebisa mungkin aku penuhin kebutuhan mereka untuk bisa main-main di rumah aja” sambungnya.
Meski begitu tidak menutup adanya kerugian bagi Dian dengan kebijakan WFH ini. Ia mengaku bahwa dampaknya berimpas pada berkurangnya biaya dan tunjangan harian.
“Ya semoga virus Corona ini cepat berakhir biar anak-anak bisa sekolah lagi, ruang geraknya jadi nggak terbatasi lagi. Dan karyawan pun juga bisa kembali bekerja dengan normal” tutup Dian.



Comments