PENGGUNAAN STRAPMASK DILARANG, MASYARAKAT MENOLAK
- langgengmedia20
- May 24, 2021
- 1 min read

sumber : https://www.instagram.com/shvr.shop/
Surabaya - pada bulan maret 2020 ditemukan virus covid-19 pertama di Indonesia. pemerintah bertindak tegas dengan cara melakukan lockdown atau Work From Home (WFH). Selama pandemi, covid-19 semakin meningkat dan banyaknya PHK dimana-mana. Oleh karena itu masyarakat memilih untuk berwirausaha sendiri. Salah satunya wirausaha yang sedang ramai saat ini yaitu strapmask.
“saya tertarik melakukan wirausaha strapmask ini, semenjak masyarakat memakai masker atas kebijakkan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid-19 serta banyaknya masyarakat yang kehilangan masker saat diluar rumah terutama saya sendiri. Jadi saya berfikir untuk membuat kalung masker atau biasa dikenal strapmask tujuannnya agar masyarakat ingat akan penggunaan masker” jelas Dinda Mellynia Shavira, seorang mahasiswi Surabaya (03/03).

Namun pada bulan febuari 2021 SATGAS COVID-19 melarang penggunaan strapmask dikarenakan jika seseorang memakai masker dengan strapmask atau kalung gantung, maka ada resiko droplets menempel ke area dalam masker dan terjadi kontaminasi silang.
“tanggapan saya tentang larangan memakai strapmask tentu saja saya sedih karna disaat pandemi saat ini banyak masyarakat yang tidak dapat pekerjaan atau UKM yang jatuh, dan mereka semua ingin berkreasi membuat kalung masker tersebut agar UKM mereka bangkit kembali dan mengingatkan ke masyarakat bahwa masker itu penting” jelas Dinda Mellyana Shavira(03/03).
Seperti halnya penjual strapmask, pengguna strapmask juga tidak setuju terhadap larangan penggunaan strapmask.
“Menurut pendapat saya larangan ini cukup membuat rumit warga karena seperti yang kita ketahui bersama di saat makan dan minum tidak boleh menurunkan masker di dagu karena virus yang ada di dagu bisa menempel, dan menurut saya dengan adanya strapmask ini cukup membantu para warga dan cukup higenis” jelas Elmayanti Rusdiyah (03/03).



Comments