top of page

Pedagang Mie Ayam Pulang Hanya Membawa Pulang Uang 60 Ribu Rupiah, Namun Harus Tetap Bertahan

  • langgengmedia20
  • May 20, 2021
  • 2 min read

Didik Suharto, pedagang mie ayam yang Bertahan di tengah pandemi


Didik Suharto (47) warga asal Pacitan Jawa Tengah yang sejak selesai menempuh sekolah menengah atas mencoba untuk mengadu nasib di Surabaya, dengan berdagang Mie Ayam dan minuman kemasan, Pak Didik juga merasakan sulitnya perekonomian akibat dilanda dampak virus covid-19. Ditambah setelah dimulainya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) di beberapa kota besar di Jawa Timur yakni meliputi Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.


Dibatasinya jam operasional untuk berjualan di tempat tersebut, hanya berjalan beberapa hari setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) Pak Didik memilih untuk meliburkan dagangannya dalam beberapa Minggu. Setelah dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) Pak Didik memutuskan untuk berjualan kembali, meski masih belum terlihat seramai dulu Pak Didik tetap bersabar dan mulai membuka dagangannya. “Saya kalo sore belanja mie sama ayam di pasar itu bawa modal Rp 150 ribu mas, dulu bisa bawa pulang uang Rp 250 sampai Rp 300 ribu” ucap Laki-laki yang sering disapa Didik tersebut. Namun setelah adanya wabah covid 19 yang melanda, seringkali Santi hanya membawa uang Rp. 60 ribu di hari biasa, biasanya Sabtu-Minggu membawa pulang uang Rp 90 sampai 120 ribu.

“Dulu sebelum adanya corona mulai berjualan dari pukul 15.00 sore sampai pukul 3.00 malam, sekarang Cuma bisa mulai berjualan dari pukul 17.00 atau sekitaran setelah shalat Magrib sampai pukul 21.30 malam” tutur Pak Didik.

Pak Didik pun pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan, jadi disini kalau sudah mendekati pukul 21.30 listrik yang mengaliri ke lampu pedagang akan dimatikan mas jadi mau ndak mau pedaganng harus segera menutup dagangannya. Lah nda enaknya kalau saat seperti itu masih ada penlanggan yang masih makan. Jadi pelanggan pun merasa tidak nyaman.


Diterapkannya fase New Normal di Indonesia terutama di Surabaya, membuat Pak Didik berharap agar dari hari ke hari ada peningkatan dari hasil dirinya berjualan Mie ayam. Namun, berapa pun hasil yang didapat Pak Didik tetap menerima dan bersyukur paling tidak itu cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan tetap menjalankan protocol yang dianjurkan pemerintah, Pak Didik selalu menjaga kesehatan dan kebersihan tubuhnya saat berjualan agar terhindar dari penyebaran covid 19, Pak Didik juga berharap semoga pandemic ini segera berakhir

 
 
 

Comments


Langgeng Media

  • Facebook
  • Twitter
  • Spotify
  • Apple Music

© 2020 by Langgeng Media. Proudly created with Wix.com

Langga Media Newsletter

Thanks for submitting!

bottom of page