Mengais Rejeki Meski Parkiran Sepi Saat Pandemi
- langgengmedia20
- May 20, 2021
- 3 min read
Updated: May 24, 2021

Sepinya parkiran di deretan PKL Genteng besar
Surabaya- Berprofesi sebagai juru parkir sering sekali di pandang rendah bagi sebagian masyarakat, namun tak banyak mengira menjadi juru parkir adalah pekerjaan yang sangat mulia.
Itulah pekerjaan yang sudah dijalani oleh Fatah Hidayat lima tahun terakhir ini, pria paruh baya berusia 58 tahun mengaku bahwa sebelum menjadi juru parkir di deretan PKL genteng besar, ia berprofesi sebagai pedagang mie tok tok di daerah margoyoso, namun seiring bertambahnya usia semakin berkurang tenaganya akhirnya memilih berpindah profesi sebagai juru parkir.
Pekerjaan kecil yang sehari-hari di jalani penuh tanggung jawab besar ini tak menjadikan Fatah Hidayat berkecil hati Ia bercerita, banyak suka duka yang sudah di lalui selama lima tahun menjadi juru parkir dari mulai suka karena senang bisa membantu menjaga kendaraan para pengunjung PKL yang di parkir untuk menikmati kuliner disana dengan upah 3 ribu rupiah perkendaraan hingga dukanya, saat adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang di terapkan pemerintah untuk menekan laju penularan covid-19 yang membuat sepinya pengunjung dan juga adanya pemberlakuan jam malam.

Ia mengaku adanya kebijakan ini membuat pendapatannya menurun drastis hingga 50% karena sepinya pengunjung dan dipersempitnya jam kerja yang biasanya dari jam 5 sore hingga jam 2 malam tapi saat ini hanya sampai jam 10 malam saja.
“ Sebenernya saya di jatah jam 5 sore sampe selesai sekitar satu jam dua kalo masih rame warungnya, tapi selama ada PSBB / PPKM sekarang waktunya di persempit jam setengah sepuluh harus siap-siap jam sepuluh harus sudah selesai jadi saya mengikuti warung “ ujarnya saat duduk santai sambil menjaga parkiran 27/2/21
Ketika di tanyai mengenai kisaran pendapatanya sebelum dan sesudah berlakukannya PPKM Fatah Hidayat mengatakan pendapatannya tidak bisa di tentukan, karena harus menyerahkan hasil setorannya dulu dengan penggelolah parkir sebab lahan parkir yang ia jaga bukan lahan parkirnya sendiri melainkan lahan parkir milik orang lain, setelah setoran Fatah Hidayat sehari dapat sekitar 50 ribu rupiah, akan tetapi jika hasil menjadi juru parkir yang di dapatkannya kurang dari 50 ribu ia mengaku tekor untuk belanja.
Menurunnya pendapatan secara drastis tak membuat Fatah Hidayat patah semangat, dengan usainya yang sudah setengah seabad lebih ini ia semakin giat mencari nafkah untuk keluarganya yang ada di rumah. sebab ia masih menyekolahkan satu orang anak yang harus di biayai dan sekarang sudah duduk di bangku kelas XIII SMK yang sebentar lagi lulus dari SMK Negeri 5 surabaya yang pendidikannya di tempuh waktu 4 tahun.
Selain keluh kesah pendapatannya yang menurun drastis ada cerita yang menyentuh hati , karena pria 58 tahun ini pernah ketika sedang asik bekerja dibubarkan paksa oleh satgas setempat karena sudah melebihi jam malam, ketika di tanyai mengenai bagaiman suasana pembubaran oleh petugas pria 58 tahun ini menceritakan bahwa, dulu ketika awal-awal di terapkannya jam malam para petugas membubarkannya dengan main otot akan tetapi semakin kesini sudah tidak lagi sebab sudah saling mengerti satu sama lain.
“ dulu ketika awal-awal mereka kan dulu seperti main-main otot dalam artian sangat disipilin padahal kan kita sudah tau, tapi hanya dengan kemunculan saja kita sudah menyadari bahwa kita sudah waktunya bubar, jadi selanjutnya tidak ada masalah dan semakin kesini satgasnya biasa saja karena sudah mengerti satu sama lain “ Ungkapnya saat sedang duduk santai menjaga kendaraan para pengunjung
Menjadi juru parkir ditengah kebijakan PPKM membuat sebagian besar juru parkir merasa sangat terbebani sebab mereka tidak bisa bekerja hingga larut malam dan menurunnya penghasilan hingga 50%, banyak dari mereka berharap bahwa dengan adanya kebijakan ini bisa menekan laju kasus positif covid-19 di Indonesia agar indonesia bisa terbebas dari virus ini, salah satunya adalah fatah hidayat yang berharap agar bisa bekerja menjadi juru parkir seperti dulu lagi.
“ harapannya dengan adanya peraturan ini bisa membuat kasus corona turun dan biar cepat selesai agar kita kita bisa bekerja kembali seperti semulia “ ujarnya



Cukup