top of page

Setelah di PHK Akibat Corona, Karyawan Ini Banting Setir Berjualan Mie

  • langgengmedia20
  • May 6, 2020
  • 2 min read

Surabaya, Mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19) terus berdampak keberbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain banyaknya terjadi kasus positif, virus ini juga berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan. Besarnya lonjakan PHK dan pekerja dirumahkan ini dampak langsung pelemahan ekonomi di tengah pandemi virus corona.


Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat sudah ada satu juta lebih pekerja di seluruh Indonesia yang terkena dampak langsung corona. Para pekerja umumnya dirumahkan oleh perusahaan, sebagian lagi harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).


Seperti contoh karyawan yang di PHK akibat corona bernama Bapak Hanafi (30), dia bercerita bukan hanya dirinya saja yang di PHK melainkan banyak karyawan lainya diperusahaan beliau bekerja juga di PHK. Meski kondisi merugikan pekerja, Mereka tak mampu berbuat apa-apa.

Dalam situasi seperti saat ini, Bapak Hanafi ini mengakui, banyak perusahaan melakukan pengurangan jadwal masuk kerja dengan menggilir karyawannya bergantian masuk kerja. Namun, ada beberapa perusahaan yang merumahkan sementara karyawannya.


Namun Bapak Hanafi tidak patah semangat karena di PHK melainkan bangkit dengan berjualan Mie di Sekitar tempat tinggalnya, saya berjualan Mie ini dengan modal Nekad mas. Ujar Bapak Hanafi (Selasa, 5Mei 2020).

Kenapa Bapak Hanafi lebih memilih berjalan Mie karena ajaran dari Kakaknya yang ada di Malang, Demi mewujudkan usaha berjualan Mie ini, Hanafi tidaklah sendiri melainkan dibantu istrinya.

Diawal berjualan, Hanafi pun pernahrugikarenaMienyatidak terjual, tetapidiatidakpatahsemangatdiatetapberusahauntukterusmembangkitkanusahakulinerMienyatersebut.


Bapak Hanafi ini berjualan Mie sembari membekali diri dengan Hand Sanitizer dan juga masker, untuk berjaga-jaga karena masih maraknya kondisi berita penyebaran Virus Corona.

Ia menceritakan, Mie ini diberi nama " Mie Jontor ", karena Mie Hanafi ini rasanya pedas yang membuat bibir menjadi Jontor karena pedasnya

Dia berjualan Mie Jontor menggunakan rombong. "Ya karena rombongnya mendominasi warna merah dan gambar cabe disitiap sisinya

Banyak varian level pedas yang ia jajakan, seperti level 1 – level 10 Level 1 dengan hanya dihargai Rp 8.000 saja. Dan berkelipatan 1.000 disetiap level nya.Ia juga beringinan jika bisnis kuliner nya ini berhasil dia mau membuka cabang ditempat lain.


”Janganlah untuk patah semangat karena adanya virus corona ini melainkan teruslah berusaha untukmenghidupi keluarga tercinta”, Ujar Hanafi.

 
 
 

Comments


Langgeng Media

  • Facebook
  • Twitter
  • Spotify
  • Apple Music

© 2020 by Langgeng Media. Proudly created with Wix.com

Langga Media Newsletter

Thanks for submitting!

bottom of page